Salah satu peneliti mobil nasional, yaitu Bapak Eka Firmansyah, ST, M.Eng, PhD, mengunjungi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada hari Rabu, 27 Januari 2016. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka berbagi ilmu dan pengalaman selama mengembangkan mobil nasional sejak 2012. Pada proyek mobil nasional, bapak Eka Firmansyah mendapat bagian untuk mengembangkan sistem kelistrikan mobil.

Pengembangan sistem kelistrikan tersebut memerlukan banyak penelitian terkait pengendalian motor listrik yang merupakan sumber penggerak roda kendaraan, menggantikan motor bakar. Bapak Eka menyampaikan bahwa penggunaan energi listrik untuk kendaraan sangat efisien energi dibanding motor bakar. Efisiensi penggunaan energi listrik ditargetkan mencapai 98%. Selain itu, torsi motor listrik sangat tinggi dan simultan sehingga akselerasi kendaraan bertenaga listrik lebih spontan. Pada motor bakar, torsi mesin akan semakin meningkat beriringan dengan meningkatnya kecepatan.

Bapak Eka memaparkan bahwa pengendalian motor listrik banyak menggunakan komponen khusus yang disebut elektronika daya. Komponen elektronika daya berfungsi untuk mengubah energi dalam berbagai bentuk, seperti energi kimia, mekanik dan listrik, menjadi energi listrik yang cocok dengan kebutuhan alat.

Dalam diskusi yang dihadiri dosen-dosen dan mahasiswa, bapak Eka memaparkan peluang-peluang penelitian yang sangat terbuka pada bidang elektronika daya maupun bidang pembangkitan energi listrik yang memanfaatkan elektronika daya. Beliau sempat menantang para dosen untuk terjun meneliti di bidang ini. “UMS punya 20 doktor? Dari bidang ini bisa disediakan 50 judul penelitian,” tutur Eka ketika menyebut sistem pembangkitan listrik menggunakan tenaga angin. Dosen Teknik Elektro UGM ini menyampaikan bahwa UGM memiliki peta jalan penelitian untuk membuat sarana transportasi mandiri dengan mobil listrik sebagai salah satu komponen pendukung. Bagaimana dengan UMS? (htr)