Universitas Muhammdiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Jawa Tengah menjadi tuan rumah “Launching Korps Mubaligh Muhammadiyah Jawa Tengah dan Strategi Dakwah Muhammadiyah Pasca Muktamar 47 Tahun 2015”. Acara diselenggarakan di Auditorium Mohd Jazman, UMS pada hari Ahad, 25 Oktober 2015 Masehi (12 Muharram 1437 Hijriah). Acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri atas anggota korps mubaligh 35 PDM Jawa Tengah, pimpinan PWM, pimlinan UMS, dan para dosen LPIK UMS.

Acara dimaksudkan sebagai reorientasi strategi dakwah yg perlu dilakukan oleh para mubaligh Muhammadiyah, silaturahmi dan menyatukan pandangan para mubaligh. Kebutuhan reorientasi ini antara lain terkait upaya mencapai visi Muhammadiyah 2020 yang diamanatkan Muktamar 47 di Makassar.

“Tantangan Muhammadiyah ke depan semakin berat. Dunia Islam mengalami kemajuan tp juga problem diskontinuitas.” tutur bapak Haedar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah saat memberi arahan.

Muslim dunia tdk hanya tinggal di negara muslim tapi juga di negara sekuler spt Eropa. Islam Eropa berjumlah 22% baik karena konversi, migrasi dan kelahiran. Tantangan dakwahnya: kultur Islam seperti apa yg bisa diterima si Eropa? Kultur timteng atau membuat kultur baru?
Konflik antar kelompok di timur tengah seperti Sunni-Syiah, Isis, dll pada saat ini tidak mengarah ke resolusi. Yg rugi adalah negara-negara timur tengah sendiri. Tantangan dakwahnya adalah bagaimana agar konflik hendaknya tidak dibawa keluar timur tengah hingga terjadi di Indonesia.
Sekularisasi dan liberalisasi baik di bidang politik, sosial dan ekonomi mendapat respon munculnya radikalisasi dan neo-tradisionalisasi. Tantangannya adalah bagaimana umat mempunyai jiwa muroqobah. Muroqobah tidak hanya dilihat dari tanda ibadah semisal rajin tahajud tapi juga mempunyai perilaku yg tidak korupsi, tidak melakukan penyimpangan dan adil. Juga bagaimana umat bersikap ihsan.

Acara berlangsung sehari penuh dan berupaya merumuskan strategi dakwah untuk menjawab tantangan-tantangan di atas. Semoga acara ini dapat menguatkan aktivitas dakwah Muhammadiyah amar makruf nahi munkar dan pemberdayaan umat. Amin (htr).