Perkuat Implementasi Kurikulum OBE, FKI UMS Gelar Workshop bagi Seluruh Dosen

Surakarta – Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Senin (27/7/2026) di Ruang Rapat Siti Badilah, Perpustakaan UMS. Kegiatan ini diikuti oleh para dosen FKI UMS sebagai upaya memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum berbasis OBE di seluruh program studi.

Dekan FKI UMS, Dr. Ir. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari total 51 dosen di lingkungan FKI UMS, hampir seluruhnya hadir mengikuti workshop tersebut. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di FKI UMS.

“Kurikulum OBE sekarang sudah menjadi kewajiban bagi seluruh program studi. Oleh karena itu, workshop ini sangat penting agar seluruh dosen memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi kurikulum OBE,” ujarnya.

Endah menjelaskan bahwa penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education merupakan salah satu indikator penting dalam proses penjaminan mutu perguruan tinggi. Bahkan, implementasi OBE menjadi salah satu syarat bagi program studi untuk memperoleh predikat Unggul dalam proses akreditasi.

Ia berharap melalui workshop ini, seluruh peserta dapat mempelajari implementasi OBE secara komprehensif, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

“Kami berharap kita dapat belajar secara menyeluruh mengenai setiap tahapan implementasi OBE, dari awal hingga akhir, sehingga penerapannya di setiap program studi dapat berjalan secara optimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Endah juga menyampaikan bahwa FKI UMS terus berkembang dengan bertambahnya tiga program studi baru, yakni Program Studi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Program Magister Ilmu Komunikasi, dan Program Doktor Informatika. Kehadiran program studi baru tersebut, menurutnya, memerlukan pendampingan khusus agar dapat lebih cepat mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE.

“Kami memohon bimbingan secara khusus agar program studi baru di FKI UMS dapat segera berakselerasi dalam menerapkan kurikulum OBE,” ungkapnya.

Workshop menghadirkan Dr. Laili Etika Rahmawati, S.Pd., M.Pd, Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (LPPIP) UMS, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Laili mengapresiasi produktivitas FKI UMS yang terus berkembang dengan membuka sejumlah program studi baru. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan penguatan kualitas kurikulum.

“Produktivitas dalam melahirkan program studi baru merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, produktivitas tersebut harus dibarengi dengan kualitas kurikulum yang benar-benar sesuai dengan prinsip Outcome Based Education,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa implementasi OBE dibangun melalui tiga pendekatan utama. Pertama, Outcome Based Curriculum (OBC) yang berfokus pada penyusunan kurikulum berbasis capaian lulusan. Kedua, Outcome Based Learning and Teaching (OBLT) yang menitikberatkan pada proses pembelajaran dan pengajaran yang mendukung pencapaian kompetensi. Ketiga, Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE) yang memastikan proses penilaian dan evaluasi mampu mengukur ketercapaian learning outcomes secara objektif.

Melalui workshop ini, FKI UMS menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui penguatan implementasi kurikulum Outcome Based Education. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu akademik, memperkuat daya saing lulusan, serta mempercepat pencapaian akreditasi unggul bagi seluruh program studi di lingkungan FKI UMS.