Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) FKI UMS Capai Target, Sertifikasi Laboratorium dan Pemerataan Riset Jadi Prioritas Selanjutnya

SURAKARTA — Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan capaian Rencana Strategis (Renstra), pada Jumat (14/8/2026) di Ruang Sidang FKI UMS. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh program kerja fakultas berjalan sesuai target, standar mutu, serta arah pengembangan institusi.

Gugus Penjamin Mutu FKI UMS, Maryam menyatakan hasil rtm FKI sudah cukup memuaskan. “Hasil rtm periode ini sudah cukup memuaskan akan tetapi kita harus berbenah pada poin-poin yang dijadikan catatan oleh auditor seperti sertifikasi laboratorium, pemerataan riset oleh dosen, dan juga ketepatan waktu kegiatan ”.

Hasil RTM menunjukkan bahwa sebagian besar target Utama telah tercapai, bahkan beberapa indikator kinerja berhasil melampaui target yang ditetapkan. Meski demikian, tim evaluasi juga memberikan sejumlah catatan strategis yang perlu segera ditindaklanjuti guna memperkuat tata kelola, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, serta peningkatan capaian indikator kinerja fakultas.

Salah satu perhatian utama dalam RTM ini adalah sertifikasi laboratorium. Target ini menjadi prioritas penting dalam agenda peningkatan mutu fakultas ke depan.

Dari sisi kerja sama internasional, jumlah kerja sama yang terjalin FKI UMS telah melampaui target. Ke depan, kerja sama internasional tidak hanya difokuskan pada peningkatan kuantitas, tetapi juga pada penguatan implementasi serta luaran nyata dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain sertifikasi laboratorium, target selanjutnya adalah meningkatkan jumlah penelitian per dosen agar produktivitas serta pemerataan capaian riset di seluruh program studi dapat lebih optimal.

Penguatan Tata Kelola Anggaran dan Administrasi

Dalam pelaksanaan RTM, FKI UMS menerapkan pencairan anggaran secara bertahap, dengan merealisasikan pos yang telah siap lebih awal untuk mencegah penumpukan kegiatan di akhir tahun.

Tim auditor menekankan tiga arahan utama, yaitu tertib administrasi melalui kewajiban surat tugas bagi dosen dan mahasiswa yang berkegiatan di luar kampus, ketepatan waktu dengan mengoptimalkan penyelesaian alokasi kegiatan hingga Juli, serta orientasi pada output dengan memastikan setiap pencairan anggaran mempertimbangkan luaran sebagai indikator utama kinerja.

Enam Prioritas Penjaminan Mutu FKI UMS

(Enam prioritas) Sebagai hasil rtm, Dekan FKI UMS, Endah Sudarmilah menetapkan 6 prioritas yang akan menjadi sasaran kedepannya. “ Kita harus lebih mempersiapkan dan juga menambah perhatian kita pada 6 prioritas yang sudah ditetapkan, karena evaluasi penting untuk kita kedepannya juga sebagai langkah perbaikan berkelanjutan”.

Sebagai hasil RTM, pimpinan FKI UMS menetapkan enam langkah strategis sebagai prioritas penguatan penjaminan mutu fakultas.

Pertama, penguatan kerja sama internasional melalui peningkatan implementasi dan perbaikan dokumentasi kegiatan Tridharma dalam skala global.

Kedua, digitalisasi pelaporan dengan pengembangan sistem generate laporan otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan penyediaan bukti pemenuhan standar.

Ketiga, penguatan instrumen akreditasi melalui penyusunan instrumen survei khusus guna mendukung pemenuhan indikator Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) pada tingkat Unit Pengelola Program Studi (UPPS).

Keempat, optimalisasi riset eksternal dengan mendorong peningkatan perolehan hibah penelitian dan PkM dari sumber pendanaan di luar kampus.

Kelima, inisiasi sertifikasi laboratorium melalui proses standardisasi dan sertifikasi seluruh fasilitas laboratorium di lingkungan FKI UMS.

Keenam, percepatan karier dosen melalui monitoring dan evaluasi yang lebih ketat terhadap percepatan Jabatan Fungsional (Jafung) serta peningkatan kualifikasi studi lanjut dosen.

Melalui pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) ini, FKI UMS menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian target, tetapi juga menjadikan setiap hasil evaluasi sebagai dasar perbaikan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas tridharma, serta mendorong pencapaian target strategis fakultas secara lebih optimal dan berkelanjutan.