SURAKARTA – Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia akademik. Namun, kemudahan yang ditawarkan teknologi tersebut juga membawa tantangan baru, terutama ketika AI digunakan secara berlebihan dalam penulisan karya ilmiah. Hal tersebut menjadi perhatian utama yang disampaikan Prof. Gedala Mulliah Naidoo, akademisi dari University of Zululand, Afrika Selatan, dalam kegiatan Visiting Lecture yang diselenggarakan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (7/7/2026), di Ruang J Seminar 2 FKI UMS.
Mengangkat tema “The Effects of Over-Reliance on Artificial Intelligence in Scientific Writing: Opportunities, Risks, and Responsible Use”, Prof. Naidoo mengajak dosen dan mahasiswa untuk memandang AI sebagai alat pendukung yang mampu meningkatkan produktivitas akademik, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis seorang peneliti.
Menurutnya, AI memberikan banyak peluang dalam proses penulisan ilmiah, mulai dari membantu menyusun struktur tulisan, memperbaiki tata bahasa, hingga mempermudah pengelolaan referensi. Meski demikian, penggunaan AI secara berlebihan (over-reliance) berpotensi menurunkan kualitas argumentasi ilmiah, mengurangi orisinalitas gagasan, serta menimbulkan persoalan etika akademik.
“Artificial Intelligence seharusnya menjadi mitra dalam proses akademik, bukan menggantikan kemampuan peneliti untuk berpikir, menganalisis, dan menghasilkan ide-ide baru,” jelas Prof. Naidoo.
Ia menegaskan bahwa integritas akademik tetap menjadi fondasi utama dalam penyusunan karya ilmiah. Oleh karena itu, setiap akademisi perlu memahami batasan penggunaan AI serta memastikan bahwa seluruh hasil penelitian tetap didasarkan pada proses berpikir ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain membahas pemanfaatan AI, Prof. Naidoo juga berbagi pengalaman mengenai budaya riset di University of Zululand. Ia menjelaskan bahwa kualitas publikasi ilmiah tidak hanya ditentukan oleh hasil penelitian, tetapi juga oleh proses kolaborasi, telaah sejawat (peer review), serta komitmen peneliti dalam menjaga etika akademik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional antara Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS dengan University of Zululand.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari batasan penggunaan AI dalam penyusunan artikel ilmiah, strategi menjaga orisinalitas karya, hingga peluang kolaborasi riset internasional bersama University of Zululand.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS berharap sivitas akademika semakin siap menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan tinggi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai integritas akademik, berpikir kritis, dan etika penelitian.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat internasionalisasi program studi melalui kolaborasi akademik yang berkelanjutan dengan mitra dari berbagai negara.
