Dosen dan Mahasiswa UMS Kembangkan Aplikasi SIMASMUH untuk Pendataan Masjid Muhammadiyah se-Indonesia

Surakarta – Dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi berbasis keummatan melalui keterlibatan mereka dalam pembuatan Sistem Informasi Masjid Muhammadiyah (SIMASMUH).

Aplikasi ini ditujukan untuk mendata seluruh masjid yang dikelola Muhammadiyah di Indonesia secara digital, cepat, dan akurat.

SIMASMUH dikembangkan oleh tim dari Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah yang bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Persyarikatan (LPMPM) UMS. Jadi kegiatan pengembangan dan pelatihan SIMASMUH ini juga merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendapatkan hibah pendanaan dari LPMPM UMS.

Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Nurgiyatna, dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika UMS, dan melibatkan dua dosen lainnya: Dr. Muhammad Iksan dari Fakultas Hukum dan Asy Syifaur Roisah Rufaida, S.Kom., M.Eng., dari Fakultas Komunikasi dan Informatika. Tak hanya itu, lima mahasiswa UMS, termasuk Wuryanto S.T., mahasiswa program magister informatika, turut aktif dalam proses pengembangan dan pelatihan aplikasi.

“SIMASMUH bukan sekadar sistem pendataan, tapi juga bentuk pengabdian nyata sivitas akademika UMS dalam mendukung pengelolaan masjid berbasis teknologi informasi,” ungkap Nurgiyatna.

Dalam pelaksanaan teknisnya, tim pengembang SIMASMUH bersama Lembaga Pembinaan Masjid (LPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah telah melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan penggunaan aplikasi bagi para admin masjid di tingkat daerah. Terbaru, pada Senin, 17 Juni 2025, dilaksanakan pertemuan monitoring via Zoom yang diikuti lebih dari 40 peserta dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah.

Dr. Ibnu Hasan, Ketua PWM Jawa Tengah bidang pembinaan masjid, menyambut positif inisiatif pengembangan SIMASMUH. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah diharapkan menjadi pilot project nasional untuk penyelesaian input data masjid yang dikelola Muhammadiyah, sehingga dapat menjadi model atau contoh bagi wilayah lain di Indonesia.

“Input data SIMASMUH perlu segera diselesaikan agar data masjid di Jawa Tengah cepat lengkap. Ini sangat penting untuk membantu LPCRPM PP Muhammadiyah dalam mendapatkan data masjid secara menyeluruh dan terkini,” ujar Dr. Ibnu Hasan.

Ia juga menambahkan bahwa data masjid yang masuk ke dalam SIMASMUH nantinya dapat diintegrasikan atau terkoneksi dengan berbagai aplikasi lain yang dikelola oleh Persyarikatan Muhammadiyah, sehingga mendukung upaya digitalisasi tata kelola masjid yang lebih modern dan efisien.

Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan persyarikatan, SIMASMUH diharapkan mampu menjadi landasan data yang kuat untuk mendukung kebijakan peningkatan kuantitas dan kualitas masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia. (Risqi Sonjaya)