Surakarta – Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan acara pelepasan calon wisudawan dan wisudawati periode IV Juni 2026, pada Rabu (17/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Pascasarjana UMS tersebut diikuti oleh 131 calon wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari 3 Program Studi (Prodi) yang ada di FKI. Adapun peserta dari ketiga prodi tersebut terdiri atas 50 peserta dari prodi Ilmu Komunikasi, 80 peserta prodi Teknik Informatika, dan 1 peserta prodi magister informatika.
Dr. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng. selaku Dekan FKI UMS menyampaikan bahwa kelulusan para mahasiswa FKI dinilai sebagai sebuah ‘lompatan pertama’ sebelum mereka akhirnya benar-benar terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Terdapat satu hal yang menjadi highlight generasi saat ini, yaitu daya jual.” Tuturnya pada kesempatan tersebut.
”Meskipun begitu, daya jual bisa diasah ketika masuk ke instansi tanpa mengesampingkan pentingnya etika.” tambahnya.
Acara kemudian berlanjut ke sesi sharing alumni dengan narasumber salah satu alumni Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2020, Muhammad Arkan Muhadzib, S.I.Kom, yang saat ini berprofesi sebagai University Enrolment Advisor di Cialfo, Singapura.
Dalam materi yang disampaikan Muhammad Arkan menyampaikan poin penting terkait navigasi karier bagi para freshgraduate. Fenomena disorientasi atau kehilangan arah pascawisuda dinilai sebagai hal yang wajar, namun fase tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan analisis diri secara mendalam guna mengenali kekuatan, kelemahan, nilai-nilai diri, serta minat yang dimiliki.
Lebih lanjut, Muhammad Arkan menekankan bahwa pekerjaan pertama tidak selalu sesuai dengan ekspektasi, tetapi pengalaman tersebut sangat berharga untuk mengenali minat dan bakat yang sesungguhnya.
Muhammad Arkan juga menyampaikan bahwa berpindah atau mengubah arah karier di masa depan bukanlah sebuah kesalahan, asalkan proses tersebut didukung oleh adanya transferable skills (keterampilan yang dapat dialihkan) dari pengalaman-pengalaman yang telah dikumpulkan sebelumnya.
“Tidak ada yang bisa menyelamatkan kamu kecuali dirimu sendiri,” ujarnya dalam sesi sharing tersebut.
Muhammad Arkan merekomendasikan para calon wisudawan dan wisudawati untuk mulai memetakan kemampuan serta mengidentifikasi keterampilan spesifik yang dikuasai, yang kemudian direfleksikan melalui perbaikan kualitas CV dan profil LinkedIn.



